REAKSI
AKROSOMAL DAN REAKSI CORTICAL
1. Reaksi Acrosomal
Pada saat sperma menyentuh ovum, kantung
acrosoma yang terdapat pada bagian kepala sperma akan pecah dan dari kantung
itu keluar berbagai jenis protein, salah satunya ialah enzim hidrolitik yang
berfungsi melarutkan selaput jelly telur. Dengan demikian terbentuklah lubang
untuk jalan masuk bagi sperma. Selanjutnya terbentuklah tonjolan (prosesus)
acrosoma melalui proses polimerisasi sejenis protein yang disebut actin.
Molekul bindin protein yang ada pada permukaan tonjolan acrosoma menempel pada
reseptor pada membrana vitellina telur (spesifik untuk setiap spesies).
Kemudian membran plasma kedua gamet mengadakan fusi dan selanjutnya inti
sperma masuk kedalam ovum. Sementara itu gerakan-gerakan ekor sperma menjadi
semakin berkurang dan akhirnya berhenti. Masuknya kepala sperma kedalam ovum
bukanlah karena gerakan sperma melainkan karena diisap oleh ovum. Sperma
terputus dibagian leher. Kepala dan sebagian leher proksimal masuk kedalam ovum
sementara ekor tertinggal diluar, mengalami purna tugas meskipun sudah berjasa
menjadi motor penggerak sperma.
2. Reaksi Cortical
Reaksi akrosomal disusul segera oleh reaksi cortical.
Disebut reaksi cortical karena reaksi tersebut terjadi terutama dibagian tepi
(korteks) ovum. Mula-mula ovum mengalami depolarisasi. Ion kalsium (Ca++) yang
tersimpan didalam endoplasmic retikulum keluar ke sitoplasma. Naiknya
konsentrasi ion Ca menyebabkan granula cortical menempel dan mengadakan fusi
dengan membran plasma, dan mengeluarkan isinya dengan cara exocytosis
diantaranya berupa enzim dan mukopolisakarida diantara membran plasma dan
membran vitellina. Akibatnya membran vitellina terlepas dan terangkat dari
membran plasma. Dengan bantuan enzim polimerase terjadilah proses polimerisasi.
Membran vitellina berubah menjadi membran fertilisasi . Fungsi dari membran ini
adalah mencegah masuknya sperma lain kedalam ovum. Setelah itu metabolisme sel
telur meningkat dengan tajam. Ph sitoplasma naik dari 6,8 menjadi 7,3 , nukleus
sperma membengkak kemudian mengadakan rotasi 180 derajat sambil mendekati
nukleus ovum. Kedua nukleus kemudian bersatu membentuk zigot.
http://yayanajuz.blogspot.com/2012/04/metabolisme-fertilisasi.html








0 komentar:
Posting Komentar